Wajah Baru Pasar Grogolan
26 Agustus 2011 11:03:05, dibaca: 872 kali
Oleh : opr
Setiap tahun, Pasar Grogolan menyumbang sekitar Rp 400 juta terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pekalongan. Penanganan sampahnya yang sempat membuat prihatin para pengunjung dan pedagangnya dikarenakan baunya yang tak se dap dan mengundang banyak lalat, kini telah berubah. Pesona baru nya akan direplikasikan Pemda Pekalongan di seluruh pasar tradisionalnya.
Senyum hangat nan gembira menyembul dari wajah para pedagang pasar Grogolan, Pekalongan, ketika pasar mereka terpilih menjadi tuan rumah Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) ke-4, pada 9 Juli 2011 lalu. Apalagi, pada acara yang diprakarsai oleh Yayasan Danamon Peduli tersebut, pasar mereka kedatangan Wakil Menteri Perdagangan RI, Mahendra Siregar dan sejumlah pejabat tinggi dari Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Bagi warga kota Pekalongan, Pasar Grogolan merupakan sarana vital perdagangan yang cukup penting dan menjadi tumpuan hidup 1000-an pedagang lebih. Terdata, pasar tradisional di Kota Pekalongan yang bertempat di Kelurahan Landungsari ini menampung 28 unit toko, 58 unit kios, 220 lapak/los, 503 unit pedagang eceran. Dan selama ini, Pasar Grogolan dikenal sebagai pasar sentra sayur mayur yang cukup besar, meski di dalamnya juga terdapat kios atau lapak yang menjual jasa konfeksi, jasa jual dan potong ayam, hasil laut dan hasil bumi lainnya. Sebagaimana 13.450 pasar tradisional lainnya di Indonesia ini, pasar Grogolan juga menjadi sarana publik penghasil sampah terbesar yang perlu ditangani secara serius dan terarah. Beberapa media lokal melaporkan, beberapa waktu lalu kondisi pengelolaan sampah di pasar ini sempat menimbulkan banyak masalah. Tumpukan sampah yang berada di pojok pasar yang berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah sementara jarang terangkut dan kurang terkelola dengan baik. Akibatnya, selain menimbulkan bau yang menyengat, tumpukan sampah yang jarang segera diangkut itu pun menumbuhkan banyak ulat dan belatung. Lalat-lalatnya pun setiap hari terbang bebas menganggu para pengunjung dan pedagang di pasar itu. Bahkan, karena hal itu, ada sejumlah pedagang makanan di dekat lokasi itu yang memilih untuk tidak berjualan.
Namun, kondisi itu saat ini telah berubah. Sejak disentuh oleh revitalisasi yang dibesut oleh Yayasan Danamon Peduli bekerjasama dengan Pemda Pekalongan dalam Program Pasar Sejahtera, pasar ini menebarkan banyak pesona, sehingga menjadi primadona tempat belanja sayur mayur yang membanggakan warga kota Pekalongan dan sekitarnya. Alkisah, setahun lalu, tepatnya pada akhir tahun 2009 lalu, terjadilah penandatanganan kesepakatan kerjasama antara YDP dan Pemerintah Kota Pekalongan untuk melakukan revitalisasi terhadap pasar ini. Lalu, kegiatan itu baru mulai dijalankan pada Februari 2010. Total investasi sosial yang diberikan oleh Yayasan Danamon Peduli kepada Pemerintah Kota Pekalongan untuk program ini mencapai Rp 117.762.700,-. Dalam kesepakatan tersebut juga dijelaskan bahwa investasi social yang diberikan oleh YDP adalah dalam bentuk hibah, yaitu berupa proyek percontohan sistem pengelolaan sampah terpadu dengan
mengonversi sampah pasar tradisional menjadi kompos berkualitas tinggi. Adapun bentuk kerjasamanya adalah: Yayasan Danamon Peduli menyediakan desain proyek, bangunan, mesin, pelatihan manajemen dan operasional pembuatan kompos, modal kerja selama satu bulan, uji laboratorium serta pemantauan dan evaluasi. Sementara itu, Pemerintah daerah memberikan komitmen mereka dengan memasukkan program ini ke dalam rencana strategis pemerintah daerah. Terkait dengan kerjasama tersebut, Pemerintah kota Pekalongan pun memiliki tanggung jawab untuk kesinambungan program dengan menyediakan lahan dipasar, menunjuk pejabat terkait yang bertanggung jawab, menyediakan tenaga kerja yang akan dilatih, serta dana operasional setelah unit percontohan diserahkan kepada pemerintah daerah.
Walhasil, tercatat sejak 12 Mei 2010 lalu, pasar dengan luas bangunan 2.275 m2 diatas area seluas 13.330 m2 ini pun berhasil memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi pupuk, yaitu satu unit mesin pengolahan kompos. Sebagaimana informasi yang disampaikan pihak Danamon, mesin pengolah kompos tersebut berkapasitas dua ton per hari ini. Dan sejak dioperasikan, unit kompos ini telah berhasil mereduksi sampah yang dibuang ke TPA hingga 39,528 ton sampah dan telah menghasilkan 4,45 ton pupuk organik berkualitas tinggi.
Kualitas pupuk yang dihasilkan ini juga telah melalui uji laboratorium dan hasilnya telah memenuhi 21 parameter pupuk ideal berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Dilaporkan pula bahwa unit ini baru diresmikan penggunaannya setelah dilakukan pelatihan bagi tenaga operasional serta tes laboratorium hasil kompos yang diproduksi. Tercatat, produk pupuk unit kompos sampah pasar Grogolan telah memenuhi parameter Standar Nasional Indonesia.
HARI PASAR BERSIH NASIONAL
Itulah tadi sekilas perjalanan Pasar Grogolan dalam upaya merubah pesonanya dan kemudian dipilih menjadi tuan rumah Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) ke-4, dan sekaligus dinobatkan sebagai pasar percontohan terbersih nasional oleh Wakil Mentri Perdagangan, Mahendra Siregar.
Hari Pasar Bersih Nasional merupakan kegiatan yang diprakarsai Yayasan Danamon Peduli (YDP) di bawah program Pasar Sejahtera hasil kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian, beserta 5 mitra Pemerintah Daerah. Terkait hal itu, dalam sambutannya, Mahendra mengungkapkan bahwa Program Pasar Sejahtera merupakan dukungan langsung Bank Danamon terhadap program prioritas nasional, yaitu Revitalisasi pasar tradisional dan pengembangan pasar percontohan yang dilaksanakan oleh kementrian perdagangan dan program pasar sehat yang dilaksanakan oleh kementrian kese hatan. “Komitmen untuk saling mendukung antara pemerintah dan Bank Danamon ini, kita tingkatkan melalui program PASAR SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat),” jelasnya.
Dalam program tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Bonaria Siahaan, mengungkapkan bahwa pendekatan yang dipakai oleh Yayasan Danamon Peduli adalah menggabungkan dukungan fisik dan non-fisik. Yakni, dalam bentuk pengembangan unit percontohan dan penyaringan kader dari komunitas dan pengelola pasar, fasilitasi perencanaan terpadu bersama pemerintah daerah dan kemitraan dengan berbagai unsur dalam masyarakat. Tahun 2011 ini, merupakan tahun keempat penyelenggaraan Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN). HPBN ini pertama kali dilaksanakan pada 19 Juli 2008 di Pasar Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Lalu berlanjut pada 18 Juli 2009 dan 2010 lalu. Dalam kaitannya dengan itu, Mahendra mengatakan bahwa Program Pasar Sejahtera ini telah mendapat pengakuan Internasional. Hal itu terbukti dengan diperolehnya Asia Responsible Entrepreneurship Awards South East Asia 2011, yang diselenggarakan oleh Enterprise Asia, untuk katagori Green Leadership. ”Asia Responsibile Entrepreneurship Awards (AREA)
telah mengakui organisasi-organisasi kita atas komitmen dan kontribusinya kepada mayarakat dan lingkungan melalui proyek-proyek yang suistainable.” ungkapnya. Terhadap pasar Grogolan, selain memperhatikan masalah pengelolaan sampahnya, Yayasan Danamon Peduli juga melakukan perbaikan fisik pasar demi menambah kenyamanan para pedagangan dan pengunjungnya. Yakni, dengan melakukan perbaikan sejumlah lapak, peng gantian lantainya dengan ubin, perbaikan saluran air, pendalam drainase, penambahan kanopi, dan perluasan los. Berkenaan dengan itu, YDP berharap agar semua perbaikan itu ditindalanjuti dengan penjagaan dan perawatan dari semua pihak yang terkait. “Percontohan pasar ini sebagai pasar bersih, tidak akan berhasil jika tidak ada perawatan yang maksimal,” ungkap Bonaran. Menurutnya, yang perlu diingat oleh selu ruh pengelola pasar, pedagang
dan pembeli, serta pemerintah daerah bahwa jangan sampai pembenahan yang telah mengeluarkan dana besar ini menjadi sia-sia. Karena upaya revitali sasi pasar bukan hanya sekedar pembangunan dan perbaikan fisik saja tetapi bagaimana dukungan pemerintah terhadap pengelolaan pasar ini selanjutnya.
Partisipasi masyarakat dan peran aktif komunitas pasar pun turut dituntut dalam pemeliharaan pasar ini. Selain Pasar Grogolan ini, unit percontohan Pasar Sejahtera juga dikembangkan YDP di Pasar Ibuh, Payakumbuh; Pasar Bunder, Kabupaten Sragen; Pasar Baru, kota Probolinggo, dan Pasar Semampir di Kabupaten Probolinggo. Saat ini, YDP ber sama Kementerian Perdagangan juga tengah melakukan kajian untuk penambahan lokasi unit percontohan pada 2011. (DNY/AMF)
Album Foto
Artikel Terkait :
-
26 Agustus 2011 11:03:05
Wajah Baru Pasar Grogolan -
26 Agustus 2011 10:50:13
Perjalanan Panjang Pasar Pabean:Mencoba Tegar Dengan Sendi Tradisi Multietnis


Komentar (0) :