Jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018


Sabtu,24 Februari 2018

Pemerintah memastikan stok dan harga barang kebutuhan pokok jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berada pada level aman di tengah potensi naiknya permintaan dalam periode tersebut. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri bakal terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara intensif bersama instansi/lembaga terkait lainnya untuk meredam gejolak yang mungkin terjadi.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengundang pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilisasi harga barang kebutuhan pokok jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Langkah ini merupakan tindaklanjut dari amanah Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2017 dan Tahun Baru 2018 serta Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri 2017, yang berlangsung di Kantor Kemendag pada Kamis, 2 November lalu.
Dari pertemuan dengan pelaku usaha itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti menjelaskan bahwa para pelaku usaha dan distributor telah mempersiapkan pasokan jauh-jauh hari untuk mengantisipasi potensi kenaikan permintaan.
Yang menjadi perhatian Pemerintah, sebut Tjahya, pada umumnya untuk barang kebutuhan pokok yakni komoditas gula, minyak goreng, daging, dan beras. “Dalam sepekan terakhir, harga rata-rata kebutuhan pokok nasional terpantau dalam kondisi stabil,” ucap Tjahya.
Namun demikian, dalam catatan Ditjen PDN terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, serta bawang merah. Laporan tersebut merupakan hasil pantauan yang dilakukan Ditjen PDN ke gudang-gudang milik swasta maupun Pemerintah sejak dua bulan menjelang perayaan Natal.
Berdasarkan pengalaman selama ini, harga barang kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya tidak naik signifikan. Hal itu dikarenakan permintaan masyarakat tidak terjadi secara serentak atau hanya di daerah-daerah yang mayoritas merayakan Natal. Kendatipun begitu, yang perlu dicermati, pada periode Desember-Januari biasanya akan terjadi tren peningkatan inflasi dibanding bulan-bulan sebelumnya; meskipun tidak sebesar inflasi pada periode Ramadhan-Lebaran.
Maka, sebagaimana diamanatkan dalam Rakor, Ditjen PDN bersama dengan instansi/lembaga terkait lainnya telah dan terus melakukan pengawasan intensif serta peneterasi pasar di daerah-daerah yang menjadi pusat perayaan Natal dan tahun baru. Pemantauan perkembangan harga dan pasokan dilakukan di pasar rakyat, toko modern, dan gudang distributor secara intensif di 34 provinsi dan 165 pasar. Adapun lokasi tersebut antara lain Ambon, Menado, Jayapura, Sorong, Medan, serta Kupang.
“Langkah ini dimaksudkan agar tidak ada barang kedaluwarsa, barang selundupan, atau pun barang impor yang tidak aman dikonsumsi,” papar Tjahya.
Selain meningkatkan fungsi pengawasan barang beredar, Pemerintah juga akan menempuh dua langkah antisipatif lainnya dalam menghadapi momen Natal dan Tahun Baru ini. Pertama, adalah dengan mengidentifikasi ketersediaan pasokan dan perkembangan harga bapok secara nasional di masing-masing daerah. Kedua, mengidentifikasi langkah-langkah dan kesiapan instansi terkait serta pelaku usaha bapok. Langkah ini penting untuk menghindari kurangnya stok, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi.

Meningkatkan Koordinasi Antarinstansi
Dalam Rakor pada 2 November 2017 lalu, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita berpesan agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sama-sama memantau ketersediaan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dengan serius.
Dalam arahannya itu, Mendag menekankan, bahwa langkah stabilisasi harga tidak akan berjalan tanpa adanya sinergitas yang terkoodinasikan dengan baik. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah antara lain; memantau dan melaporkan perkembangan harga secara intensif, serta memastikan pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun barang agar tidak terjadi spekulasi.
“Koordinasi antar instansi baik di pusat dan daerah harus ditingkatkan. Jaga betul ketersediaan barang. Jangan pernah ada yang berani main-main, kita pastikan tindak bersama,” tandas Mendag tanpa ragu.
Hadir dalam Rakor tersebut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pangan Irjen Setyo Wasisto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumedi, serta perwakilan Bulog. Dalam kesempatan itu, Satgas Pangan berkomitmen akan melakukan tiga langkah koordinasi, pencegahan, dan penegakan hukum sebagai upaya menjaga ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga. Sementara itu, Menhub menjelaskan terkait pemanfaatan Tol Laut dan kapal ternak untuk pendistribusian logistik ke daerah-daerah dan sebaliknya.
Dipaparkan pula, bahwa pada 11-17 Oktober 2017 lalu, Kemendag telah memantau harga dan pasokan ke Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatra Utara yang mayoritas penduduknya merayakan Natal. Hasil pemantauan di enam daerah tersebut secara umum menunjukkan harga bapok relatif stabil, kecuali cabe rawit merah dan daging ayam di NTT yang mengalami kenaikan.
Sedangkan untuk pasokan beras, gula, dan minyak goreng di gudang Bulog Divre setempat dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, toko modern juga konsisten menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Missal, untuk komoditas gula sebesar Rp12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, dan daging beku Rp80.000/kg. Sebagian toko modern juga sudah menerapkan HET beras.