Komitmen Untuk Kemajuan Pasar Rakyat


Kamis,18 Oktober 2018

Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat dan ajang Anugerah Pancawara 2017 digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelola pasar, yang secara konsisten melakukan berbagai terobosan inovasi pengelolaan untuk menjawab tantangan dan kebutuhan di tengah ketatnya persaingan. Kedua kegiatan tersebut, pada akhirnya diyakini mampu memajukan Pasar Rakyat; meningkatkan daya saing, mendukung kelancaran logistik dan distribusi barang kebutuhan pokok, serta meningkatkan kesejahteraan pedagang dan daerah.
Tahun 2017 ini merupakan tahun ketujuh terjalinnya kemitraan Yayasan Danamon Peduli dan Kementerian Perdagangan. Sejak tahun 2010 lalu, kedua belah pihak telah secara aktif menjalankan sejumlah program dan kegiatan. Salah satunya adalah program pendampingan revitalisasi Pasar Rakyat, yaitu Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia. Program Pasar Sejahtera diperuntukkan bagi pasar percontohan yang pengelolaannya mengacu pada Pasar Sehat Kementerian Kesehatan dan saat ini mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.
Sinergi antara Danamon Peduli dan Kemendag tahun 2017 ini ditandai dengan digelarnya ajang Anugerah Pancawara 2017, di Kantor Kemendag, Kamis (26/10). Tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan ajang Anugerah Pancawara pada tahun 2017 ini diselenggarakan bersamaan dengan Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat. Dimana dalam forum yang baru pertama kali diadakan ini, para peserta dapat menjadikannya sebagai sarana komunikasi, pembelajaran, dan pengalaman untuk upaya pengembangan Pasar Rakyat yang lebih baik dan profesional.
Selain hadirnya Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, acara ini juga dihadiri Direktur Danamon Michellina Triwardhany dan Rita Mirasari, Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Bayu Krisnamurthi, serta Ketua Dewan Pengawas Yayasan Danamon Peduli Manggi T. Habir.
Anugerah Pancawara 2017
Pancawara diambil dari sebutan hari pasaran dalam bahasa Jawa. Panca berarti lima, sedangkan Wara adalah nama hari; merujuk pada beberapa Pasar Rakyat di zaman dahulu yang hanya buka pada hari tertentu saja, misalkan Pasar Legi dan Pasar Pon di Solo.
Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi menjelaskan, bahwa Anugerah Pancawara adalah sebuah ajang yang digelar sebagai bentuk apresiasi kepada para penggerak/pengelola Pasar Rakyat baik pemerintah daerah, BUMD, maupun swasta yang berhasil memelihara nilai-nilai Pasar Sejahtera dalam mengelola, mengembangkan, dan melakukan inovasi untuk mencapai tujuannya demi kemajuan Pasar Rakyat di Indonesia.
Ada sebanyak 13 Pasar Rakyat yang menjadi finalis, yaitu Pasar Atjeh Kota Banda Aceh, Pasar Flamboyan Kota Pontianak, Pasar Rejowinangun Kab. Magelang, Pasar Kliwon Kab. Kudus, Pasar Tayu Kab. Pati, Pasar Tanggul Kota Surakarta, Pasar Sindu Kota Denpasar, Pasar Intaran Kota Denpasar, Pasar Jamu Nguter Kab. Sukoharjo, Pasar Baru Kuningan Kab. Kuningan, Pasar Mayestik-PD Pasar Jaya Jakarta, Pasar Koja Baru-PD Pasar Jaya Jakarta dan Pasar Modern Jasinga-PD Pasar Tohaga Kab. Bogor. “Pasar-pasar tersebut ditetapkan setelah melalui serangkaian penilaian dan observasi lapangan,” ujar Restu.
Proses penjuriannya sendiri dilakukan di Jakarta pada 18 September 2017 lalu, dengan melibatkan dewan juri yang terdiri dari Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan Sihard Hadjopan Pohan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Bayu Krisnamurthi, Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara RI Tri Widodo W. Utomo, Redaktur Senior Majalah MIX (Grup SWA) Edhy Aruman, dan Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Huzna Zahir.
Lebih jauh, Restu menjelaskan, bahwa penjaringan peserta Anugerah Pancawara dilakukan melalui tiga pendekatan. Pertama, Partisipatif/Pendaftaran. Pengelola pasar baik itu Pemerintah Daerah (Dinas), BUMD, maupun pihak swasta mendaftarkan Pasar Rakyat yang dikelolanya dengan mengirimkan form konfirmasi keikutsertaan dan form isian data ke panitia melalui email maupun fax.
Kedua, Rekomendasi. Pasar Rakyat yang belum terdaftar melalui jalur partisipatif namun dinilai baik oleh para pakar akan direkomendasikan untuk masuk menjadi peserta. Terakhir, Desk Research. Yakni, pencarian Pasar Rakyat yang belum terjaring melalui pendekatan partisipatif dan rekomendasi namun memiliki prestasi dalam melakukan inovasi melalui sumber-sumber referensi terpercaya.
Melalui ajang ini, diharapkan mampu merangsang para pengelola Pasar Rakyat untuk terus berbenah diri demi memenangkan hati konsumen di tengah ketatnya persaingan di era yang penuh keterbukaan seperti sekarang ini. “Pembenahan dimaksud tentu tak hanya soal perbaikan fisik pasar tetapi juga dapat menyentuh aspek-aspek nonfisik melalui berbagai terobosan inovasi,” ungkap Restu.
Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat
Pasar Rakyat merupakan rumah besar bagi kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya bangsa Indonesia. “Karenanya, inovasi dan kreativitas sangat diperlukan untuk memajukan Pasar Rakyat,” ucap Tjahya.
Inovasi dan terobosan-terobosan kreatif dibutuhkan dalam pengelolaan Pasar Rakyat agar terjadinya penguatan pasar dalam negeri. Gagasan dan terobosan kreatif berbasis inovasi, kata Tjahya, sangat penting dilakukan oleh pengelola pasar untuk menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
“Melalui forum ini, diharapkan para pengelola pasar dapat mengetahui dan memperoleh masukan mengenai perkembangan Pasar Rakyat di Indonesia; memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah, BUMD maupun swasta untuk mengelola dan memajukan Pasar Rakyat; memberikan inspirasi dan menjadi panutan dalam pengelolaan Pasar Rakyat di Indonesia; serta mengajak masyarakat berbelanja ke pasar, dan memelihara Pasar Rakyat yang bersih, sehat, nyaman dan transparan dalam melakukan transaksi jual beli,” jelas Tjahya.
Tidak kurang ada 46 Pasar Rakyat mengikuti Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat ini. Dari jumlah itu, 40 Pasar Rakyat adalah milik Pemerintah Daerah dan 6 Pasar Rakyat Perusahaan Daerah (PD)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Acara menghadirkan sejumlah sesi diskusi dan pembelajaran, misalnya terkait pentingnya keberadaan Pasar Rakyat. Dalam sesi diskusi yang dimoderatori oleh Penulis, Pakar Manajemen & Branding, dan Redaktur Kompartemen Majalah SWA, Teguh Sri Pambudi ini, dikupas mengenai cara membangun brand Pasar Rakyat melalui inovasi pengelolaannya.

Ilustrasi

Penerima Anugerah Pancawara 2017
1. Kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II:
Pasar Rejowinangun dengan inovasi ‘Pengembangan Pasar Rakyat sebagai Ruang Sosial Budaya’
Finalis lainnya:
- Pasar Flamboyan dengan inovasi ‘Pelayanan Informasi Harga Berbasis Aplikasi Digital’
- Pasar Kliwon dengan inovasi ‘Relokasi dan Modernisasi Fasilitas Perparkiran
2. Kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe III dan IV:
Pasar Sindhu Sanur dengan inovasi ‘Swakelola dan Pengembangan Wisata Kuliner Malam’
Finalis lainnya:
- Pasar Tanggul dengan inovasi ‘Pembayaran Retribusi secara Elektronik’
3. Kategori Pasar Rakyat Perusahaan Daerah/BUMD:
Pasar Koja Baru, PD Pasar Jaya dengan inovasi ‘Pengelolaan Sarana-Prasarana Pasar secara Sinergis’
Finalis lainnya:
- Pasar Mayestik, PD Pasar Jaya dengan inovasi ‘Pengelolaan Area Kuliner secara Modern’
- Pasar Jasinga, PD Pasar Tohaga dengan inovasi ‘Peningkatan Layanan Melalui Komputerisasi Sistem Perparkiran.’