Pelatihan Pengelolaan Pasar Rakyat


Jumat,25 Mei 2018

Pasar Rakyat merupakan penggerak ekonomi masyarakat yang memiliki fungsi strategis dan memiliki kedekatan dengan aspek sosial dan budaya masyarakat. Oleh karenanya, Pasar Rakyat yang unik ini membutuhkan treatment khusus dalam pengelolaan, pengembangan serta pelestariannya.

Atas dasar itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menimbang perlu bagi para pengelola Pasar Rakyat untuk mendapat pengetahuan bagaimana mengelola pasar dengan baik melalui Palatihan Pengelolaan Pasar Rakyat yang diselenggarakan pada 15 - 20 Oktober 2017 di Pusdiklat Kemendag, Depok.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti mengatakan, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kompetensi para Kepala Pasar Pasar Rakyat. Pengetahuan Para Kepala Pasar perlu dikembangkan secara komprehensif dan holistik sehingga dapat meningkatkan daya saing terhadap pusat perbelanjaan maupun took modern ditengah maraknya keberadaan toko modern. Untuk tampil gemilang dalam kancah perekonomian dunia, Indonesia harus dapat mengelola potensi ekonomi, memajukan kapasitas perdagangan dan industri serta meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

Kepada mereka disosialisasikan kebijakan Badan Standardisasi Nasional yang telah mengeluarkan SNI Pasar Rakyat 8152:2015. Standarisisasi ini memuat tentang persyaratan umum, persyaratan teknis dan persyaratan pengelolaan yang harus dimiliki oleh Pasar Rakyat.

”SNI Pasar Rakyat ini didorong untuk menjadi pedoman bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga pihak swasta dalam melakukan pembangunan dan pengelolaan Pasar Rakyat, meskipun saat ini SNI Pasar Rakyat masih bersifat sukarela,” kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti.

Pada kesempatan ini, Kemendag juga menyampaikan Standar Operational Prosedur (SOP) dalam pengelolaan pasar, antara lain soal Kebersihan, Keamanan, Parkir, Petugas Kamar Kecil, Petugas Penerima, PetugasKasir, Petugas Pemeliharaan, Pemungut Retribusi, Penanganan kebakaran, danPemantauan Harga. SOP Pengelolaan Pasar Rakyat ini nantinya dapat diterapkan oleh pengelola Pasar Rakyat yang pasarnya dibangun berdasarkan prototype Pasar Rakyat yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan. Di masa mendatang, Kemendag akan menerapkan sertifikasi kepada pengelola Pasar Rakyat sehingga tata kelola dan manajemen Pasar Rakyat menjadi lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel dalam memberikan pelayanan kepada konsumen yang datang ke Pasar Rakyat.

Dari pelatihan yang melibatkan 50 orang Kepala Pasar dari 30 provinsi ini, Kemendag berharap para pengelola Pasar Rakyat dapat meningkatkan pemahamannya mengenai teknik-teknik pengelolaan pasar yang baik; teknik-teknik operasional maupun pemeliharaan pasar; teknik atau metode aktivasi pasar agar dapat meningkatkan pendapatan Pasar Rakyat; membantu pedagang dalam memasarkan produk-produk yang dijual di Pasar Rakyat; membantu pedagang terkait pembiayaan usaha.

Para pengelola pasar juga diharapkan memiliki kemampuan inovasi agar Pasar Rakyat tetap diminati oleh konsumen atau masyarakat untuk berbelanjadi Pasar Rakyat, antara lain dengan mengadakan: aktivasi Pasar; merawat dan memelihara Pasar Rakyat yang bersih, sehat, nyaman dan transparan dalam melakukan transaksi jualbeli; peningkatan kemampuan pedagang melalui Sekolah Pasar; sertapenyediaan harga yang terpercaya melalui papan informasi harga manual atau digital.

Selain sumber daya manusia, Tjahya Widayanti juga mengatakan, Kementerian perdagangan berkomitmen untuk mengembangkan kapasitas perdagangan nasional serta mewujudkan pembangunan ekonomi berkeadilan dan merata diantaranya melalui: peningkatan kualitas, pelayanan, revitalisasi pasar tradisional, kolaborasi toko modern dengan warung dan Pasar Rakyat serta implementasi grand design perlindungan konsumen nasional.

Revitalisasi Pasar Rakyat merupakan program prioritas dan masuk dalam program Nawacita Presiden dimana dicanangkan adanya Pembangunan/Revitalisasi untuk 5.000 Pasar Rakyat selama periode 2015-2019. Program ini tidak hanya melibatkanK emendag namun juga mengikutkan Kementerian/ LembagaTeknis lainnya.

Sekretaris Jenderal Karyanto Suprih menambahkan, berkait dengan kegiatan ini, Kemendag juga menyelenggarakan Pelatihan Teknis Sistem Mutu: Penyusunan Dokumen Sistem Mutu SNI ISO 9001:2015.

Pelatihan ini diselenggarakan tanggal 16 s.d. 20 Oktober 2017. Tujuannya, agar dapat meningkatkan kompetensi SDM Bidang Pengujian Mutu Barang untuk mempersiapkan atau mendukung unit kerjanya dalam menghadapi sertifikasi ISO 9001: 2015. Peserta yang dilibatkan adalah 22 orang, terdiri dari berbagai Unit Kerja yang merupakan Pegawai Negeri Sipil di Bidang Pengujian Mutu Barang.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah, tinjauan terhadap SNI ISO 9001:2015, teori dokumentasi system manajemen mutu, tahap penyusunan dokumen mutu, praktikum penyusunan dokumen mutu dan studi kasus.

Kegiatan ini difasilitasi oleh PT. BSD City, Tim Pasar Modern BSD, Tim Universitas Indonesia dan Praktisi Pengelola Pasar, juga Pejabat Direktorat Sarana Distribusidan Logistik Kemendag.

Dalam kesempatan ini, peserta juga diajak mengunjungi Pasar Modern BSD City dan Pasar Rakyat Suka Tani Depok.