UMKM: Pilar Fundamental Perekonomian Nasional

File

21 Desember 2011 07:53:53, dibaca: 2611 kali

Oleh : noeltrg

Krisis moneter pada tahun 2007 telah mengakibatkan usaha berskala besar satu persatu pailit, karena bahan baku impor meningkat secara drastis, biaya cicilan utang meningkat sebagai akibat dari nilai tukar rupiah terhadap dolar yang menurun dan berfluktuasi. Dari sisi permodalan, sektor perbankan juga ikut terpuruk dan memperparah sektor industri. Bisa dikatakan, krisis keuangan global terbukti memorak-porandakan pasar modal dan valas. Misalnya saja, nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terdepresiasi cukup dramatis dari Rp 9.076 hingga sempat menembus Rp 12.900, atau mengalami depresiasi lebih dari 41 persen sejak Januari hingga Desember 2008. Sebaliknya, sektor UMKM telah memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. Seperti terlihat dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-26 2011, UMKM yang menyumbang sekitar US $ 400 ribu, dari total pencapaian US $ 464,5 juta. Jumlah itu cukup membanggakan dikarenakan baru berasal dari 25 UMKM yang berada di bawah koordinasi Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan belum termasuk UMKM di luar Kemendag.

Berdasarkan publikasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, jumlah pelaku UKM sebanyak 51,3 juta unit usaha atau 99,91 persen dari seluruh jumlah pelaku usaha di Indonesia. Jumlah tenaga kerjanya mencapai 90,9 juta pekerja atau sebanding dengan 97,1 persen dari seluruh tenaga kerja Indonesia. Nilai investasi UKM mencapai Rp. 640,4 triliun atau 52,9 persen dari total investasi. Menghasilkan devisa sebesar Rp. 183,8 triliun atau 20,2% dari jumlah devisa Indonesia. Tapi ironisnya, 50 persen UMKM masih belum tersentuh jasa perbankan. Padahal, masalah mendasar UMKM adalah modal usaha. Di sisi lain, banyak kalangan pengusaha UMKM yang masih enggan mengurus Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Padahal, selain sebagai identitas, HAKI merupakan alat proteksi, agar terhindar dari modus sindikat pembajak di dalam dan luar negeri. Melihat kenyataan tersebut, Kemendag terus melalukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM, untuk mengurus HAKI. Saat ini, semua biaya pengurusan HAKI ke Ditjen HKI, Kemenhuk HAM telah ditanggung pemerintah.

Di sisi lain, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dan Bank Indonesia (BI) pada bulan April lalu, sudah menjalin kerja sama peningkatan kontribusi koperasi dan UKM. Bagi usaha yang tidak memenuhi persyaratan perbankan (bankable), pemerintah telah menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para pelaku UMKM, sebagai upaya untuk membuka akses permodalan. Terobosan lain untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada UMKM juga dilakukan oleh Bank International Indonesia (BII). Namun, masih banyak UMKM di daerah yang mengeluhkan sulitnya pengurusan izin usaha dan mengakses permodalan. Menanggapi hal itu, Kemendag akan terus berupaya menjalin kemitraan dengan beberapa lembaga keuangan, baik perbankan, KUR, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan perusahaan-perusahaan besar sebagai mitra untuk bersama-sama mensupport perkembangan UKM, khususnya dalam hal permodalan.

 

 

Meningkatkan Peran UMKM

Pada bulan Mei lalu, para Menteri Perdagangan negara-negara ASEAN telah sepakat untuk memberikan akses pembiayaan pada UMKM, sekaligus menetapkan standar produknya. Hal itu akan membantu UMKM yang siap untuk mengekspor produknya, karena pemerintah akan mengusahakan pembiayaan ekspor UMKM tersebut. Dengan begitu, para pelaku UMKM Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang, serta mampu bersaing di tingkat internasional. Secara komprehensif, Kemendag telah meluncurkan program pengembangan UMKM. Antara lain, Penyelenggaraan Pameran UMKM Pangan, Partisipasi UMKM di Pameran dalam dan luar negeri, Peningkatan Kemitraan Usaha, Workshop Peningkatan Akses Pembiayaan, Pemberian Bantuan Sarana Usaha, Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, dan Pengembangan Ekonomi Lokal.

Bagi pelaku UMKM yang mampu memproduksi produk berkualitas dan perusahaannya berprestasi, Kemendag merekomendasi untuk turut serta dalam pameran internasional melalui Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional. Pameran ini merupakan sarana promosi untuk memperkenalkan produk-produk dalam negeri

kepada buyer mancanegara. Di sisi lain, berbagai aktivasi telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan penguatan pasar dalam negeri. Antara lain, peningkatan kapasitas dan kompetensi melalui pelatihan para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan bantuan sarananya. Program tersebut merupakan bagian dari wujud pelaksanaan SKB 3 Menteri yang telah ditandatangani bulan September 2010 lalu. Pelaksanaan Program ini sejalan dengan Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Semua ini merupakan bukti keseriusan pemerintah mendukung pengembangan perekonomian berbasis kerakyatan dan sumber daya lokal.

Tentu, kebijakan pemerintah tidak akan berjalan efektif tanpa dukungan sektor terkait dan para pengusaha. Ke depan, kita berharap adanya peningkatan kerja sama yang lebih sinergis. Untuk itu, Kemendag mengadakan Forum Kemitraan Dagang Kecil Menengah dan Perdagangan Dalam Negeri (DKMPDN), yang mempertemukan para pebisnis kecil menengah dan UMKM lainnya, dengan para importir dari negara luar. Dengan harapan, pelaku UMKM dan importir bisa saling tukar informasi secara interaktif, dan tercipta sebuah kerja sama saling menguntungkan kedua belah pihak. Kemendag juga berupaya melakukan penataan terhadap UMKM, khususnya yang berada di luar Jawa. Penataan ini dilakukan agar produknya dapat bersaing, utamanya pada tingkat internasional. Selain itu, memberikan ruang terhadap UMKM untuk melakukan kerja sama dengan UMKM yang ada di Jawa, agar memperoleh akses pasar internasional. Tugas penting lainnya adalah, menggerakkan kecintaan terhadap produk dalam negeri. Kampanye tersebut lebih difokuskan kepada generasi muda.

Cinta produk dalam negeri merupakan benteng untuk mengatasi serbuan produk-produk Impor. Dengan menggunakan produk lokal, berarti kita menciptakan nilai tambah ekonomi untuk kesejahteraan kita sendiri, sekaligus menciptakan lapangan kerja lebih banyak lagi. Agar ekonomi rakyat tumbuh, kesejahteraan meningkat, dan pengangguran berkurang, maka kita harus menyukseskan pula program “Gerakan 100 persen Aku Cinta Indonesia”. Tidak cukup hanya terbatas gerakan penggunaan produk dalam negeri, tetapi harus Memperluas atau meningkatkan rasa kebanggaan dan kecintaan kepada Bangsa Indonesia. Caranya, menumbuhkan kreativitas anak-anak muda, hingga kelak bisa menjadi seorang entrepreneur. Berdasarkan data tahun 2010, jumlah entrepreneur Indonesia hanya sekitar 570 ribu orang atau kurang lebih 0,24 persen dari total 238 juta penduduk Indonesia. Dan sebagian besarnya bergerak di bidang UMKM. Kalau dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, angka ini masih tertinggal jauh. Seperti Malaysia 5 persen atau Singapura 7 persen.

Entrepreneur ini sangat diperlukan untuk memperkuat daya saing global, dengan meningkatkan produktivitas yang mampu mengoptimalkan seluruh SDA dan SDM yang tersedia secara efisien. Oleh karenanya, Kementerian Perdagangan berkepentingan untuk mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha dan UMKM baru. Melalui kreativitas dan semangat wirausaha, dapat diperoleh nilai tambah dan efisiensi nasional. Sudah selayaknya, UMKM ini menjadi perhatian serius pemerintah, agar cepat berkembang dan mampu membidik pasar. Pada akhirnya, bisa menjadi pilar fundamental perekonomian Indonesia.

Oleh : Suhanto, Direktur Dagang Kecil dan Menengah


Tags:

Album Foto

Komentar (4) :

14 Agustus 2013 07:59:34

6AryXL0OB1Oh :

I simply ndeeed to say thanks once more. I do not know the things that I would've sorted out without the type of pointers discussed by you on such concern. It has been a very terrifying circumstance in my circumstances, nevertheless looking at a specialised form you treated that made me to weep over fulfillment. Now i'm thankful for this work as well as trust you recognize what a great job you are always undertaking training men and women through the use of your blog post. More than likely you haven't got to know any of us.

25 Agustus 2013 07:30:37

wmqetbK77Y :

Hello there I am so excited I found your woeblg, I really found you by accident, while I was researching on Aol for something else, Anyhow I am here now and would just like to say kudos for a remarkable post and a all round enjoyable blog (I also love the theme/design), I done2€™t have time to go through it all at the moment but I have bookmarked it and also included your RSS feeds, so when I have time I will be back to read much more, Please do keep up the great work. http://vqxwlp.com [url=http://fbcmtozz.com]fbcmtozz[/url] [link=http://nflrogxb.com]nflrogxb[/link]

27 Agustus 2013 00:15:13

cDMPFn5zfv :

Zune and iPod: Most people<a href="http://oiwpqs.com"> comapre</a> the Zune to the Touch, but after seeing how slim and surprisingly small and light it is, I consider it to be a rather unique hybrid that combines qualities of both the Touch and the Nano. It's very colorful and lovely OLED screen is slightly smaller than the touch screen, but the player itself feels quite a bit smaller and lighter. It weighs about 2/3 as much, and is noticeably smaller in width and height, while being just a hair thicker.

02 September 2013 22:22:20

iZLsEPU2ab :

izin ni bingung ni mw buka usaha apa yg pkproesny jangka panjang di daerah BEngkulu dengan modal minim . saya pengenny buka rental komputer dan jual aksesoris komputer ,.,. bagimana awal pengembannngy ??? terima kasih http://byuxmplhs.com [url=http://okqqqy.com]okqqqy[/url] [link=http://rcuzzgrw.com]rcuzzgrw[/link]

Entri Komentar
Name *
Email (Not Published) *
security code
Reload Image
Security Code *
Comment *